1. Elektrolisis larutan natrium klorida pekat dengan katod merkuri.
(a) Sebuah tiub-U diisi dengan merkuri supaya merkuri berada di antara bahagian dasarnya.
(b) Salah satu lengan tiub-U diisi dengan elektrolit larutan natrium klorida 2 mol dm-3 .
(c) Lengan yang kedua diisi dengan air suling.
(d) Elektrod karbon dipasang kepada bateri supaya menjadi anod.
(e) Seutas wayar disambung daripada bateri kepada lapisan merkuri supaya merkuri
menjadi katod.
(f) Suis dihidupkan.
(g) Keputusan:
Di anod: Gas bewarna kuning-kuningan terbebas.
Gas ini melunturkan kertas litmus lembap. Klorin terhasil.
2Cl- " Cl2 + 2e-
Di katod: Logam natrium terhasil dan membentuk amalgam dengan merkuri.
Na+ + e- " Na
Na + Hg " NaHg
(h) Natrium terenap melalui nyahcas ion Na+ kerana elektrod merkuri digunakan.
(i) Rajah menunjukkan proses elektrolisis berlaku.
2. Elektrolisis larutan akueus kuprum(II) sulfat dengan elektrod-elektrod
(a) Larutan kuprum(II) sulfat dimasukkan ke dalam sebuah litar.
(b) Elektrod-elektrod kuprum dicelupkan ke dalam larutan akueus kuprum(II) sulfat. Litar
dilengkapkan seperti yang ditunjukkan dalam rajah.
(c) Suis dihidupkan dan arus elektrik dibiarkan mengalir selama 20 minit.
(d) Pemerhatian di anod dan katod dicatatkan.
Di anod: Kepingan anod kuprum terkakis. Jisimnya berkurangan berbanding dengan
jisim asal. Atom kuprum menjadi ion Cu2+.
Cu " Cu2+ + 2e-
Di katod: logam kuprum terenap di katod. Ion-ion Cu2+ dan H+ tertarik kepada anod. Ion
Cu2+ dinyahcaskan secara pilihan.
Cu2+ + 2e- " Cu
(e) Oleh itu, jenis elektrod mempengaruhi hasil yang terbentuk di elektrod.
Sumber : geocities.com
| Uji Kualitas Air Elektrolisis adalah metoda FDA (Food and Drug Administration) Biro Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) yang paling efektif untuk menguji kualitas air. Laporan Biro Kesehatan menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara air yang tercemar dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh, serta tentang warna air tercemar setelah melalui proses elektrolisis.
| ||
| Air kran (ledeng) Inilah air yang biasa anda minum, setelah melalui proses elektrolisis air menjadi sangat keruh | Air R.O. Air murni (bersih) yang dihasilkan dari R.O. Air ini murni dan bersih dapat langsung diminum. | |
200 ppm 300 ppm 400 ppm 500 ppm Jumlah kotoran (endapan) dalam air kran setelah elektrolisis | ||
Alat untuk elektrolisis air dan tester untuk mengukur jumlah kotoran (endapan) dalam air. Jika angka tester menunjukkan 5 berarti terdapat 5x10 partikel = 50 partikel. Biasanya air kran terukur pada angka 22 berarti terdapat 22x10 partikel = 220 partikel kotoran. Air botol mineral berkisar antara angka 9 sampai 15 berarti terdapat 90 sampai 150 partikel kotoran sehingga membuktikan air mineral yang dikatakan murni dan bersih itu masih kotor dan tidak 100 % bersih. Sedangkan air hasil pemurnian dengan sistem R.O. jika ditest dengan tester ini menunjukkan angka 0 yang berarti tidak terdapat partikel sama sekali (air benar-benar murni). Dan rasanya air tersebut lebih segar dan tidak memualkan seperti air mineral. | ||
Elektrolisis ialah proses penguraian elektrolit kepada unsur juzuknya apabila arus elektrik mengalir melaluinya
Elektrod yang disambungkan kepada terminal positif bateri dinamakan anoda. Elektrod yang disambungkan kepada terminal negatif bateri dinamakan katoda. Kedua-dua elektrod itu dimasukkan ke dalam suatu elektrolit
.
2.2.Faktor Mempengaruhi Proses Elektrolisi
Jenis elektroda yang digunakan.
Kedudukan ion dalam siri elektrokimia.
Kepekatan ion.
Penjelasan berkaitan dengan elektrolisis melibatkan 3 aspek: ion yang hadir pergerakan ion proses discas yang berlaku di masing-masing anoda dan katoda.
2.3.Perbedaan Antara Sel Elektrolisis/Sel Kimia
Sel Elektrolisis Sebaik sahaja arus elektrik(arus terus) dialirkan melalui elektrolit, ion-ion akan terurai dan bergerak ke masing-masing anod dan katod. Penguraian elektrolit oleh arus elektrik.
Anion bergerak menuju ke elektrod anoda manakala, Kation bergerak menuju ke elektrod katoda.
Sel Kimia Sel kimia ialah sel yang menghasilkan tenaga elektrik melalui tindakbalas kimia. Sel kimia dibina daripada dua logam (elektrod) yang berlainan dicelupkan kedalam suatu larutan masing- masing elektrolit. Elektrod Zn dicelupkan ke dalam larutan ZnSO4, Elektrod Cu dicelupkan ke dalam larutan CuSO4 dan dihubungkan oleh satu jambatan garam. Arus yang terhasil ialah sebanyak 1.10A.
2.4.Contoh Elektrolisis
1.Proses penyepuhan adalah proses ELEKTROSLISIS, yaitu proses perubahan Energi listrik menjadi Energi kimia. Proses ini melibatkan Elektroda (logam-logam yang dihubungkan dengan sumber listrik) dan Elektrolit (cairan tempat logam-logam tadi dicelupkan)
Penyepuhan berguna untuk melapisi logam untuk perhiasan, atau juga untuk pencegahan karat/korosi, seperti pada pipa atau besi, yang dilapisi oleh campuran besi (Fe) dan Seng (Zn), yang disebut proses galvanisasi.
Elektrolisis ini adalah kebalikan dari proses yang terjadi pada baterei atau aki, dimana pada sumber listrik itu terjadi proses perubahan dari energi kimia menjadi energi Listrik.
2.Elektrolisis Leburan Kalium Bromida
Ion kalium bergerak ke katoda/ ion bromida bergerak ke anoda.
Anoda:
Ion bromida menyahcas secara membebaskan elektron kepada anod. 2Br -- 2e--------> Br2 Dua atom bromin akan membentuk satu molekul dwiatom bromin. Gas bromin berwarna perang terbebas pada anod.
Katoda:
Ion kalium menyahcas secara menerima elektron daripada katod. K+ + e --------> K Logam kalium berkilau terbentuk pada katoda
3.Elektrolisis aluminium oksida lebur.
Ion-ion Al3+ dan O2- dibebaskan apabila aluminium oksida dileburkan. Ion Al3+ tertarik ke katod dan ion O2- tertarik ke anod semasa elektrolisis.
Pemerhatian: Di anoda. Gas oksigen terhasil apabila ion-ion O2- membuang elektron seperti berikut;
2O2- ------> O2 + 4e
Di katoda. Logam aluminium berkilat terhasil apabila ion-ion Al3+ menerima elektron.
Al3+ + 3e -------> Al
4.ELEKTROLISIS KUPRUM SULFAT
Elektrolisis larutan akueus kuprum (II) sulfat: menggunakan elektrod karbon.
Keputusan: Hasil-hasil elektrolisis:
Anoda:
Pemerhatian: Gas tanpa warna di kumpul pada bahagian atas tabung uji. Gas ini menyalakan kayu uji berbara. Gas oksigen yang terbebas. Ion-ion hidroksida dan ion-ion sulfat tertarik ke anod. Ion OH- yang didiscas secara pilihan. Persamaan tindakbalas: 4OH- ----------> 2H2O + O2 + 4e
Katoda:
Logam berwarna perang (kuprum) terbentuk pada elektrod karbon. Ion-ion kuprum dan ion-ion hidrogen tertarik ke katod. Ion Cu2+ didiscas secara pilihan. Persamaan tindakbalas: Cu2+ + 2e ------------> Cu.
5.Elektrolisis larutan akueus kuprum (II) sulfat: menggunakan elektrod kuprum
Keputusan: Hasil-hasil elektrolisis adalah seperti berikut:
Anoda:
Pemerhatian: Kepingan anod kuprum terkakis. Jisimnya berkurangan berbanding dengan jisim asal.Atom kuprum menjadi ion kuprum. Persamaan tindakbalas: Cu ----------> Cu2+ 2e
Katoda:
Logam berwarna perang terbentuk pada elektrod karbon. Logam tersebut adalah kuprum. Ion-ion kuprum dan ion-ion hidrogen tertarik ke katod. Ion Cu2+ didiscas secara pilihan. Persamaan tindakbalas: Cu2+ + 2e -----> Cu.
2.5.Hukum elektrolisis Faraday
Di awal abad ke-19, Faraday menyelidiki hubungan antara jumlah listrik yang mengalir dalam sel dan kuantitas kimia yang berubah di elektroda saat elektrolisis. Ia merangkumkan hasil pengamatannya dalam dua hukum di tahun 1833.
Hukum elektrolisis Faraday
Jumlah zat yang dihasilkan di elektroda sebanding dengan jumlah arus listrik yang melalui sel.
Bila sejumlah tertentu arus listrik melalui sel, jumlah mol zat yang berubah di elektroda adalah konstan tidak bergantung jenis zat. Misalnya, kuantitas listrik yang diperlukan untuk mengendapkan 1 mol logam monovalen adalah 96 485 C(Coulomb) tidak bergantung pada jenis logamnya.